;



UNTUK CLOSE : KLIK LINK IKLAN DI BAWAH 1 KALI AGAR MELIHAT FULL ARTIKEL ^^


Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Februari 2011

Menulis Dari Hati

Sabtu, 19 Februari 2011

Menulis Dari Hati Menulis dari hati? Bukankah menulis, sebagaimana juga dengan berbicara, adalah sama-sama mengejawantahkan gagasan abstrak yang berasal dari pikiran yang ‘ada’nya di dalam otak ke dalam bentuk simbol-simbol yang secara aklamasi diterima manusia dan disebut dengan huruf – kata – kalimat? Lha kog dari hati?

Kalau memang dari hati berarti kita menuliskan sesuatu yang pada dasarnya berada di dalam hati, bukan sesuatu yang bergerak di dalam pikiran. Sekarang kita mendapatkan dua hal, ada gagasan – ide yang bergerak di dalam alam pikiran kita dan ada sesuatu yang aktif di dalam hati kita. Bagaimana mengenalinya?

Anda pasti setuju, kalau pikiran adalah wilayah yang berkait dengan hal-hal logis, meski logika di pikiran itu bisa mulur-mungsret menurut panjang-pendek dan luas-sempitnya ingatan (baca: wawasan – pengetahuan). Sementara hati adalah wilayah dimana kita menempatkan dan mengelola segala dari dan dengan rasa menurut kematangan sampai kebusukan pribadi pemiliknya.

Berarti menulis dari pikiran adalah menuliskan sesuatu yang kita ketahui tanpa menambahkan pendapat yang dengan mudah terpengaruh oleh cara kita merasakan hal tersebut. Menulis dari pikiran berarti dengan sadar kita menolak memberi rasa terhadap hal tersebut. Contoh paling jelas adalah ketika kita menuliskan berita. Berita cukup untuk berita. Jika kita tambahkan rasa kita kedalam tulisan ‘berita’ tersebut maka rasa itu akan membawa serta rasa kepentingan kita.

Kalau menulis dari hati?

Keikutsertaan hati kita dalam suatu tulisan sangat diperlukan untuk membentuk tulisan yang menyentuh, tulisan yang memang dibuat supaya pembacanya dapat memberi respon secepat kalimat pertama atau paling tidak paragraph pertama selesai dibaca. Respon yang muncul sudah bukan lagi tanggung jawab penulis yang menyertakan rasa-nya dalam tulisan itu. Jika kemudian pembaca tidak setuju dan memberi respon yang negatif maka sebenarnya tulisan itu sama berhasilnya jika kemudian pembaca setuju dan memberi respon positif. Nah, semakin beragam respon yang diterima suatu tulisan, terlepas dari negatif atau positifnya, semakin berhasil pula tulisan itu. Meski harus diakui tidak semua tulisan dari hati itu akan mudah mendapatkan respon. Tulisan bagus, biasanya akan direspon lebih sedikit dibanding tulisan yang buruk, tidak tahu kenapa, mungkin sudah alamnya bahwa manusia lebih mudah mencaci daripada memuji.

Begitukah?

Mau menulis? Jangan ditunda!!!

NAMA ANDA - 11.48

Kamis, 23 Desember 2010

Dimana Beli Baju Import Murah?

Kamis, 23 Desember 2010

where to get cute, chick and charming clothes?

Wong Ayu 2 200x286 Salah satu syarat anda bisa disebut modis adalah jika anda bisa tampil dengan busana yang pas dengan anda. Artinya kesesuaian busana yang anda pakai dengan bentuk badan, usia, dan juga tempat dimana anda memakai busana pilihan anda itu. Selain itu anda juga memerhatikan warna kulit dan accessories lain yang anda kenakan bersama dengan baju anda itu. Jika kesemua hal itu sudah pas, maka anda akan bisa menampilkan diri anda dengan percaya diri dan tentu saja akan membuat anda lebih mudah menjadi pusat perhatian. Masalahnya, tidak mudah untuk mendapatkan busana yang pas dengan keinginan dan kebutuhan badan serta pribadi anda. Shopping ke mall? Pergi ke pasar? Keduanya adalah pilihan kebanyakan orang. Bagaimana kalau belanja busana di layanan butik online? Apa sih untungnya?

Pertama, praktis, karena anda tidak perlu keluar rumah, tidak terbatas waktu dan tempat, anda bahkan bisa melakukan order sembari beraktivitas lain. Kedua, lebih hemat, semua aktivitas belanja memang cenderung membuat kita jadi boros, nah, dengan berbelanja online, mata kita akan lebih fokus dengan yang kita cari. Coba kalau anda ke mall, ada terlalu banyak barang yang bisa mengaburkan mata kita, sehingga seringkali kita membeli barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Bahkan tidak jarang anda bisa mendapatkan baju import dengan harga yang bersaing. Ketiga, Aman, tentu ini tidak 100%. Namun, anda bisa yakin bahwa hampir semua layanan online sebenarnya juga bertarung sama sengitnya dengan bentuk bisnis off-line lainnya, sehingga mereka juga akan berupaya untuk membangun dan menjaga reputasinya untuk mendapatkan pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan yang mereka sudah miliki.Wong Ayu 6 200x286

Ada rekomendasi butik online yang bagus?

Kalau anda mencari baju import dari Korea, Jepang, dan Hongkong, ada satu tempat yang bagus, – Pinky Purple. Bener-bener the right place to find cute, chick and charming fashion online stuffs!!! Di situ anda akan mendapatkan baju-baju yang modis dan uptodate. Harganya? Dijamin terjangkau meskipun mereka ini langsung di import dari luar negeri. Kalau anda masih ragu, kenapa tidak langsung membuktikan sendiri ke Pinky Purple?

NAMA ANDA - 05.10

Sabtu, 11 Desember 2010

Rahasia Tanda Tangan (Saya)

Sabtu, 11 Desember 2010

Dari pada membicarakan orang lain, ngomongin SEOcari uang di internet, atau membuat review MacBook Air yang ngimpi beli saja tidak berani, kali ini saya akan mengungka sebuah rahasia yang semoga tidak menggangu ketahanan dan stabilitas nasional. Pew!!! Yaitu – Rahasia tanda tangan saya.

Anda pasti mempunyai alasan tersendiri untuk membentuk bentuk tanda tangan anda menjadi seperti yang anda jadikan milik anda itu. Tanda tangan merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan resmi seseorang. Mengapa hanya di kehidupan resmi?

Karena kita hanya perlu bertanda tangan untuk melegalkan sesuatu yang sifatnya resmi. Untuk semua hal lain yang tidak resmi alam sudah membekali kita untuk memberi tanda pada orang atau bukan orang lain mengenai kehadiran kita. Bau badan, cara berbicara, nada suara, cara berjalan, cara mengangguk, cara menyambut, cara memberi penolakan, dan sebagainya. Dalam dunia yang tidak resmi, hal-hal khusus ‘kita’ itu tadilah yang dibekalkan alam untuk menjadi tanda bahwa kita hadir, atau paling tidak pernah ada di tempat tertentu atau di hati pikiran seseorang. Bah, jadi tidak lucu …. Mana rahasianya?

Inilah rahasia tanda tangan saya.

Pada awalnya saya membentuk tanda tangan ini dengan mengambil dua hal yang berkaitan tapi tidak nyambung, yang kebetulan atau karena saking kreatifnya orang jatuh cinta- menemukan kait penyambungnya. Nama dan tanggal lahir orang yang saya jatuhi cinta waktu itu (duk rikala semana …) Namanya Melly Savitri (semoga istri dan pacar-pacar saya setelah itu tidak membaca postingan ini …..) Tanggal lahirnya 8 Oktober. Butuh lebih dari dua hari bagi saya untuk mengakhiri pencarian bentuk itu. Dan dengan mengubah sedikit bentuk huruf m+S kemudian menyambungkannya dengan bentuk angka 8+10, jadilah bentuk tanda tangan mS810 yang sampai sekarang saya pakai sebagai penanda legal bahwa saya pernah hadir pada suatu dokumen.

Yang kemudian muncul menjadi pertanyaan adalah, bagaimana pada waktu itu saya cukup kreatif untuk mengubek-ubek hal-hal kecil dan remeh menjadi sesuatu yang – paling tidak untuk diri saya sendiri – mengagumkan. Sementara sekarang, jangankan uthek-uthek huruf dan angka begitu, merayu istri saya saja saya tidak bisa semesra dulu. Buntu begitu. Sangat sulit mengeluarkan kata-kata indah yang meski mbulet tidak karuan tapi bisa membuat pendengarnya tersenyum bahagia tanpa peduli artinya.

Mungkin tekanan pekerjaan dan semakin tuanya saya, membuat saya menjadi orang yang lebih lemah secara verbal. Bagaimana dengan anda? Punya cerita dibalik terciptanya tanda tangan anda? Atau punya jawaban mengapa orang muda lebih kreatif dibanding kita yang sudah kepala 3? Saya tunggu sharingnya…, dan inget, blo dee-nesia ini dofollow loh, jadi sampaikan uneg-uneg anda sambil mengumpulkan backlink untuk blog anda. Salam …

 

Ssssst…. jangan beritahu istri saya tentang posting Rahasia Tanda Tangan (saya) ini loh ….

NAMA ANDA - 19.00

Jumat, 10 Desember 2010

Mengapa Memakai Jilbab?

Jumat, 10 Desember 2010

Mengapa Memakai Jilbab Jika anda perempuan muslim, jilbab adalah salah satu pilihan busana yang bukan sekadar wajib, melainkan benar-benar pilihan yang sangat baik. Saya bukan muslim, tetapi saya senang melihat perempuan yang memakai jilbab. Paling tidak, jilbab membuat perempuan terkesan menjadi lebih anggun dan layak menempati tempat yang baik diantara kita.

Secara umum, baju muslim yang biasa dikenakan orang Indonesia dengan orang Arab (di Arab) berbeda. Jilbab orang Indonesia lebih fashionable. Sementara jilbab di pada umumnya negara-negara timur tengah lebih konservatif. Nah, supaya tidak jadi keliru, paling tidak anda punya alasan yang mendekati benar untuk memakai jilbab. Saya menemukan 101 alasan memakai jilbab yang dari Bunga Zahrah.

Saya kutipkan sedikit ya …

Mengapa memakai jilbab?

  • Menjalankan syi’ar Islam.
  • Berniat untuk ibadah.
  • Menutup aurat terhadap yang bukan muhrim.
  • Karena saya ingin ta’at kepada Allah yang telah menciptakan saya, menyempurnakan kejadian, memberi rizki, melindungi, dan menolong saya.
  • Karena saya ingin ta’at kepada Rasul-Nya, pembimbing ummat dengan risalah beliau.
  • Untuk memperoleh Ridho Allah (InsyaAllah).
  • Merupakan wujud tanda bersyukur atas nikmat-Nya yang tiada putus.
  • Seluruh ulama sepakat bahwa hukum mengenakan jilbab itu wajib.
  • Agar kaum wanita menutup auratnya.
  • Bukan karena gaya-gayaan.
  • Bukan karena mengikut trend.
  • Bukan karena berlagak sok suci.
  • Lebih baik sok suci dari pada sok zholim ^_^ .
  • Tidak sekadar bermaksud agar berbeda dari yang lain.
  • Meninggikan derajat wanita dari belenggu kehinaan yang hanya menjadi objek nafsu semata.

Yang selebihnya silahkan baca di Bunga Zahrah

NAMA ANDA - 21.00

Rabu, 01 Desember 2010

Dapat 15 Dollar Bulan Ini

Rabu, 01 Desember 2010

Sudah 2 tahunan saya ikutan memasang iklan Google Adsense di beberapa blog saya yang memakai bahasa Inggris, seperti My Gadget Review, Malang News and Photos, My MacBook Air. Hasilnya sejauh ini lumayan. Lumayan lama maksudnya.

Di awal bulan November kemarin, sebenarnya saya merasa bahwa bulan November ini akan berakhir sama seperti bulan-bulan sebelumnya, pundi-pundi dollar di account Adsense saya hanya akan berkisar di diangka sekitar 7 dollar. Untuk seorang yang sudah ikut selama dua tahun hasil itu memalukan hehe, tapi saya mencoba pe-de saja.

Kemudian pada 20 November 2010 kemarin anak pertama saya lahir. Dan sambil agak ber-superstitious, saya berharap kelahirannya juga membawa keberuntungan bagi account Adsense saya. Dan ternyata benar, mulai tanggal 20 November itu, pendapatan Adsense saya meningkat. Tidak besar sich, cuman lumayan untuk amatiran seperti saya. Dan pada akhir bulan terkumpul 15 dollar lebih sedikit. Hehe, pertama kali!!

Pertanyaannya sekarang apa benar penambahan pendapatan Adsense saya yang sampai dua kali lipat itu karena kelahiran anak pertama saya? Mengenai waktunya, mungkin benar rejeki saya bertambah karena kelahiran anak saya itu, tapi jadi berbahaya, karena bisa ditarik kesimpulan bahwa untuk menambah pendapatan Adsense anda harus menambah jumlah anak, hehe....

Pada akhir November, di Amerika ada tradisi belanja, untuk persiapan natal dan juga peralihan musim gugur ke  musim dingin. Perubahan ini yang memacu perubahan kebutuhan konsumen secara umum. Jadi pada akhir November lalu itu, banyak orang yang memang belanja, tidak sekedar browsing mencari informasi. Itu yang saya baca sich, gak tahu betul salahnya.

NAMA ANDA - 09.22

Rabu, 29 September 2010

Saya Malu Melihat Ini, Bagaimana Dengan Anda?

Rabu, 29 September 2010

Jujur saja, saya enggan memposting postingan yang memalukan ini. Awalnya saya mencari free tool untuk melakukan keyword research, haiyah bahasanya. Terus saya nemu tool gratis ini. Wordtracker. Dulu pernah pake sih, tapi karena waktu itu masih belum terlalu mudeng SEO, terus saya tinggalkan. Kemudian saya memasukkan keyword yang mau saya tembak untuk blog saya Malang Photos.
Pertamanya saya masukkan kata “Malang”, waduh hasilnya terlalu sempit, lalu saya coba masukkan kata favorit saya, “IndonesiaHaladalah!…. Hasilnya cukup membuat telinga saya merah. Karena penasaran, saya kemudian memasukkan juga keyword “Malaysia”, pesaing kita itu. Hasilnya, xixi …., tambah malu saya.
Penasaran lagi, saya tambahkan nama negara-negara di ASEAN, tidak semua sih, tapi saya kira cukup mewakili. Hasilnya, silahkan lihat di bawah ini:

Wordtracker India
Wordtracker Malaysia
Wordtracker SingaporeWordtracker Philipine
Wordtracker VietnamWordtracker Thailand
Wordtracker Indonesia
Tahu maksud saya kan? Bagaimana dengan anda? Malu jugakah atau biasa saja?

NAMA ANDA - 16.37

Selasa, 28 September 2010

Cari Duit Di Internet Tapi Tidak Profesional Blassss!

Selasa, 28 September 2010

Cara cari duit di internet adalah salah satu topik yang sangat ramai dibicarakan. Banyak sekali blog yang membahasnya. Tidak sedikit yang memang fokus mengambil niche cari uang ini untuk blog-nya. Blog berniche cari uang, making money, blog monetizing, dan yang sejenisnya ini kian hari kian banyak saja. Rata-rata mereka juga menyertakan tips dan trik mudah cari duit. Tapi apa iya semudah yang mereka janjikan?
Internet yang menawarkan banyak cara baru untuk mencari uang memang sangat menjanjikan. Terutama ketika toko online anda bisa bekerja 24 jam sehari tanpa anda perlu membayar penjaga toko lagi. Sangat menjanjikan.
Posting cari duit di internet tapi tidak profesional blassss ini tidak membahas tip dan trik cari uang di internet. Saya hanya tergelitik dengan gambar berikut ini:

Gak Profesional Blass, Peh Bagaimana menurut anda?
Kalau anda pingin liat dari situs mana saya mengcapture screen shot di atas, coba saja klik salah satu link di kumpulblogger di atas postingan ini. Anda akan menemukannya.
Mengapa screen shoot di atas menggelitik saya? Kalau anda membaca keseluruhan isi situs itu, dan anda baru pertama atau kelima kali membaca situs semacam itu, saya jamin anda akan berdebar-debar seperti ketika melihat videonya Ariel dan Luna Maya. Pembuat situs semacam ini pintar sekali membuat rangkaian kalimat yang menggiring pembacanya untuk ujung-ujungnya membeli produk mereka. Entah benar atau tidak, saya pernah menjadi slaah satu korbannya. Diitung-itung biaya kesalahan-lah.
Sekarang cermati screen shoot di atas. Foto tangan yang sedang memegang uang seperti kipas. Tidak ada yang salah dengan itu. Tapi ketika kita melihat nama yang tertulis di situ, dan juga tulisan ‘hasil selama 2 minggu’ kita jadi bertanya, mosok kalau hasil uangnya segitu besar tidak bisa bayar orang untuk mengedit fotonya dengan lebih profesional?
Bagaimana menurut anda?

NAMA ANDA - 16.36

Sabtu, 05 Juni 2010

Akses Internet Unlimited: Perlukah?

Sabtu, 05 Juni 2010

Akses Internet Unlimited - PerlukahHampir semua penyedia layanan internet di Indonesia menawarkan akses internet unlimited bagi pelanggannya. Mulai dari Speedy yang berbasis kabel, sampai operator GSM dan CDMA di Indonesia. Kata “unlimited” itu rupanya berpengaruh sangat besar bagi sebagian orang, sehingga operator seluler memakainya sebagai bagian kampanye produk mereka. Meski sebenarnya semua orang paham bahwa “unlimited” yang dimaksud para operator seluler itu berbeda dengan “unlimited” yang dipahami konsumen. Tidak masalah, karena toh semua juga sudah mengerti. Masalahnya, apa betul kita memerlukan akses internet unlimited?

Jawaban anda bisa jadi berbeda dengan jawaban saya yang berupa kata: tidak perlu. Mengapa saya tidak perlu akses internet unlimited? Sederhana saja sebenarnya. Saya akan mencoba memaparkannya supaya lebih jelas dan mudah di pahami, bukan oleh anda tapi oleh saya sendiri (mode menghibur diri: on!)


  • Akses internet unlimited membuat sebagian orang dengan mudah melupakan hal lain dalam hidupnya. Seperti semua hal lain yang bisa membuat orang ketagihan – game, rokok, minuman keras, perempuan, pria, (belakangan ditambahi dengan Facebook) akses internet yang tidak terbatas justru berbahaya. Anda pasti pernah merasakan betapa beratnya beranjak dari kursi ketika sedang bermain game on-line atau sekadar chatting dengan teman-teman anda via internet, meski sebenarnya keadaan tubuh anda sudah terlalu lelah dan membutuhkan tidur. Saya tidak bisa memaksa diri untuk mengakses internet 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 30 hari sebulan kan?
  • Akses internet unlimited adalah kontraproduktif. Setidaknya jika anda seorang blogger. Pernahkan anda berpikir kapan waktu terbaik untuk menulis untuk blog anda? Anda pasti setuju bahwa ketika tidak ada akses internet, tangan anda lebih mudah mengalirkan ide dari otak anda dalam bentuk tulisan. Kan? Dengan akses internet menyala, kita cenderung hanya membaca tulisan orang lain, dan otak kita sudah jenuh. Ketika ada begitu banyak inspirasi datang dan pergi, kita menjadi sangat sulit untuk memilih kata yang tepat untuk postingan kita.  Begitu ide mulai tampak jelas, mata anda sudah lelah. Dan percaya dech, jika anda memutuskan untuk menunda menuliskan ide anda, seberapapun besarnya ide itu, sebenarnya anda memutuskan untuk tidak mengakui bahwa anda pernah mempunyai ide yang sangat cemerlang. (mode methuek: on)
  • Saya bekerja. Dalam sehari, maksimal saya mengakses internet selama 8 jam, mulai jam 3an sore sampai sekitar jam 11 malam. Pagi saya bekerja di tempat lain, baru sekitar jam 3 sore itu saya bisa pulang, beristirahat, dan menceburkan diri di dunia lain saya. Kalau saya berlangganan akses internet unlimited, berarti jika dalam sehari saya hanya berinternetan selama 5 jam, saya sudah rugi 19 jam yang setiap detiknya saya harus membayar. Wah, jujur saja, saya ini masih kere yang sangat pelit membayar 19 jam per hari tanpa saya pakai itu.

Bagaimana dengan anda? Perlukah akses internet unlimited? Saya tunggu komentarnya ….

NAMA ANDA - 16.55

Sabtu, 04 April 2009

Berhenti dari Layanan Indosat M2 ‘Broom’ Unlimited

Sabtu, 04 April 2009

Akhirnya saya memutuskan untuk berhenti dari layanan Indosat M2 ‘Broom’ Unlimited. Mungkin keputusan ini akan saya sesali. Seperti saya juga menyesal membeli Kartu Perdana-nya Indosat M2 yang pada awal peluncurannya mendapatkan banyak dukungan dari para blogger di Indonesia. Yang jelas saya sudah lelah bersabar, berharap akan ada perbaikan mutu layanan internet murahnya si ‘Broom’ ini. Saking lelet-nya, saya merasa sering harus membuang waktu. Beberapa hari lalu saya kembali nge-net lewat warnet. Murah loh, hanya 1000an per jam, dalam waktu dua jam saja saya sudah bisa melakukan begitu banyak hal. Jadi tambah dongkol dengan Indosat yang untuk membuka halaman awal-nya mbah Google bisa lebih dari 3 menit.

Agak tidak beruntung ya…? hikz…, yang jelas lemotnya si Indosat M2 ‘Broom’ ini mulai terasa banget setelah ada iklan IM3 ‘Groove’ itu. Padahal itu kan hanya soal nama, dari dulu IM3 sudah punya layanan internet murah dengan berbasis waktu, hanya waktu itu masih dengan tarif Rp. 100,00/menit. Lha kalau sekarang jadi cuman Rp. 20,00/menit memang kemajuan besar, tapi layanan seperti itu memakan banyak korban. Kualitas layanan data yang masih amburadul begini lebih banyak membuat susah dari pada meningkatkan produktivitas pengguna. Peh!!!

Bagi teman-teman yang juga mengalami hal ini mohon sudi memberikan sharing comment-nya ya … Atau mungkin ada yang memberi saran layanan sejenis yang lain yang lebih baik gitu ….

Technorati Tags: ,,,

NAMA ANDA - 19.02

Kamis, 22 Januari 2009

Siaran TV Mati, Rejeki buat Persewaan VCD

Kamis, 22 Januari 2009

Persewaan Video Seperti yang saya tuliskan pada postingan sebelumnya, Pada Kemana Channel TV Kita, masyarakat Malang dan sekitarnya tidak dapat menikmati siaran beberapa channel TV Nasional. Hal ini terkait dengan ijin siaran yang masih bermasalah. Menurut beberapa sumber, ada kemungkinan mulai Februari mendatang TV lokal sudah akan mulai siaran lagi. Semoga.

Hilangnya siaran beberapa channel TV ini jelas menjadi masalah bagi banyak orang. Terutama mereka yang tidak mempunyai kesibukan lebih pada malam hari. Siaran TV yang selama ini menjadi sumber hiburan utama setelah penat bekerja sepanjang hari menjadi kebutuhan yang sangat penting.

Selain bahwa ini menjadi masalah, ternyata juga menjadi rejeki bagi persewaan VCD. Beberapa bahkan mengaku pendapatan mereka meningkat antara 40 sampai 60%. Cukup signifikan, mengingat belakangan bisnis ini agak seret, apalagi setelah ada sweeping VCD bajakan beberapa waktu yang lalu.

Sebagai konsumen, saya memang menjadi pelanggan persewaan itu. Tapi saya juga tidak mengharapkan siran TV terus berhenti seperti ini.

Technorati Tags: ,

NAMA ANDA - 04.18

Sabtu, 13 Desember 2008

Hari ini melewati batas kuota 2 GB

Sabtu, 13 Desember 2008

Wah, ternyata 2 GB tidak cukup buat saya. Kalau dihitung berarti jatah Indosat M2 Broom yang 2 GB itu saya habiskan dalam 19 hari, walah…!!!. Selain browsing-blog walking mengunjungi teman-teman, saya juga sedang download Xubuntu 8.10 Desktop Version, pesanan mas Wandoko. Batas Kuota 2 GB - 14 Desember 2008

Anehnya si Indosat M2 Broom ini, ketika hanya saya pakai untuk browsing dia gampang macet, dan macetnya juga tidak mengenakkan, mesti kemudian G502 saya tidak dikenali lagi, statusnya jadi ‘not connected’ gitu, terpaksa dech restart ulang lagi.

Tapi ketika saya sambi download si Broom ini baik-baik saja, kecepatan juga lumayan stabil, meski kalau lagi nyendat ya lama…, hehe…. Awalnya saya mengira karena G502 atau Sony Ericsson PC Suite 4.006.00 yang saya pakai. Kemudian saya download versi yang lebih rendah, bisa jalan, tapi ya sama saja, pedhotan…. Saya juga kerap kali memakai K510i yang saya kombinasikan dengan Sony Ericsson PC Suite 2.10.46, masalahnya tetap sama, kalau macet-putus-nyendat ya musti restart ulang. Berarti kan masalahnya di Indosat M2 Broom-nya sendiri. Wong kalau saya nginteri-net pakai im3, simPATI, atau AXIS, tidak pernah sekalipun mengalami masalah seperti itu.

NAMA ANDA - 23.58

Jumat, 12 Desember 2008

Kebanjiran ....

Jumat, 12 Desember 2008

Sawojajar Banjir (9) Senin kemarin, untuk pertama kalinya selama saya tinggal di Malang, saya mengalami banjir. Benar-benar banjir, sampai airnya masuk kedalam rumah. Tidak besar-besar amat sich, hanya setinggi mata kaki. Tetapi karena ini pengalaman yang jarang saya alami jadi meninggalkan kesan yang dalam banget.

Semasa saya kuliah di Surabaya dulu, tempat kos saya juga pernah kebanjiran, lebih besar dari yang kemarin, dan waktu itu saya sendirian. Setelah semalaman tidak tidur menghabiskan malam tahun baru dengan mba' yayank, hari pertama tahun 1999 itu saya awali dengan menguras kamar kos, hehe...

Sawojajar Banjir (3) Kembali ke Malang, .... Senin lalu hari raya kurban itu di akhiri dengan hujan deras campur angin dan geledek. Sekitar jam 3.15an PLN memutuskan aliran listriknya, mungkin ada transformatornya yang terkena sambaran petir. Hujan tambah deras, dan dengan perlahan air mulai naik. Kebetulan posisi rumah bapak berada di posisi tusuk sate, dan air mengalir langsung ke arah gerbang rumah. Tidak sampai 20 menit air sudah masuk sampai ke dapur. Karena derasnya air, kami memutuskan untuk menunggu saja sampai hujannya berhenti. Karena percuma menghalangi air yang volumenya terus bertambah tinggi itu. Kami hanya berupaya membuka buka'an selokan di depan rumah.

Kalau dilihat kondisinya, selokan itu bersih. Tidak ada banyak sampah di situ. Masalahnya memang volume airnya yang terlalu banyak sehingga selokan tidak mampu menampung.

Sawojajar Banjir (4) Bapak saya yang di Blitar, suatu kali pernah dengan berapi-api menyodorkan pendapatnya bahwa seharusnya setiap pemilik rumah bertanggung jawab atas air hujan yang turun di wilayahnya - tentu saja sampai tingkat tertentu. Dia mengatakan bahwa seharusnya tiap rumah mempunyai bak penampung air hujan, sehingga air hujan yang turun tidak langsung masuk ke selokan atau lebih parah langsung ke jalan. Bak penampung air hujan ini tidak usah besar, cukup 1x1x1 saja, di dalamnya bisa di masukkan dedaunan kering yang kalau sudah agak busuk mampu mempercepat meresapnya air hujan. Kalau hujannya deras memang tidak akan mampu, tetapi kalau hanya hujan sedang selama satu jam dia masih mampu. Masih menurut bapak saya itu, air hujan memiliki sifat yang berbeda dengan air ledeng. Daya resapnya lebih besar. Untuk yang satu ini saya belum bisa mendapatkan konfirmasi dari pihak manapun. Ada yang tahu?

Bagi saya omongan bapak saya itu banyak benarnya. Perumahan Sawojajar - dan pada umumnya perumahan - menutup sebagian besar wilayahnya dengan plester atau paving, mulai dari jalan sampai teras rumah. Dan semua air hujan masuk ke selokan atau jalan, jelas saja tidak muat ya....

Sawojajar Banjir (7) Bapak juga mengutarakan analisisnya mengenai banjirnya Bengawan Solo atau sungai-sungi lain yangterkenal karena potensi banjirnya. Menurutnya, selain hutan, pepohonan dan sampah, ada satu hal lagi yang selama ini tidak diangggap sebagai penyebab, yaitu pengelolaan air hujan yang jatuh di perumahan dan jalan. Selokan dan sungai tidak terlalu berguna, karena itu hanya mengalirkan air, sama saja dengan memindah bencana.

Beberapa waktu yang lalu Pemkot Malang juga telah membuat sumur-sumur resapan air di wilayah-wilayah tertentu, setahu saya di Jalan Ijen. Saya ingat pernah ada seorang sesepuh kota Malang yang juga mengutarakan ide yang kurang lebih sama dengan bapak saya itu. Hanya dia lebih detail dan mempertimbangkan warga yang rumahnya hanya tipe 21, menurut bapak tersebut baiknya ada kebijakan khusus dari Pemkot untuk mewajibkan warganya yang mempunyai rumah dengan tipe 54 ke atas untuk mempunyai bak penampung air hujan. Cukup masuk akal kan...!!! Ini akan mengurangi beban Pemkot secara signifikan.

Satu hal yang saya catat: kebanyakan dari kita hanya peduli dengan keselamatan kita sendiri, lingkungan kita sendiri, dan merasa tidak berdosa mengalirkan bencana ke wilayah orang lain.

NAMA ANDA - 03.03

Selasa, 16 September 2008

Seberapa seksi-kah kamu?

Selasa, 16 September 2008

Ingin tahu seberapa seksinya anda? Ini ada test yang anda bisa ikuti. Tapi ingat, setelah tahu skor anda, jangan ngelunjak atau bunuh diri. Hehe… ikuti test di sini.

NAMA ANDA - 22.23

Jumat, 22 Agustus 2008

Bali dan Lombok, pilih mana ya?

Jumat, 22 Agustus 2008


Beberapa waktu yang lalu, saya, bersama teman-teman dari tempat saya bekerja, diberi
kesempatan untuk dolan-nglencer-pelesir ke Bali dan Lombok. Lumayan memuaskan juga melelahkan. Kami berangkat hari Senin, 28 Juli, dan kembali ke Malang hari Jumat pagi tanggal 1 Agustus.
Acara ini kami lakukan dengan tujuan untuk mempererat hubungan kami, yang meskipun berada di bawah satu yayasan, tetapi terbagi menjadi lima unit kerja. Jadi meskipun setiap hari kami berada di satu tempat dalam radius 400 meteran tapi tetap saja kami tidak bisa benar-benar 'bertemu.'
Terima kasih. Hehe ....

Awalnya kami sangat bersemangat dengan rencana besar itu. Bali dan Lombok dalam satu minggu, ..., wah, asyik nich. Meski beberapa dari kami sebenarnya agak enggan dengan dengan Bali. Hampir 80%an dari kami pernah berurusan dengan Bali. Sepertinya Lombok memberikan harapan tersendiri. Apakah dia memang se-eksotis itu?

Kami langsung menuju Lombok dan melewati Bali dalam kegelapan mata kami masing-masing -tidur!!! Ketapang Gilimanuk bisa kami tempuh dalam 45 menit. Tetapi Padang Bai ke Lembar butuh 4 jam.

Angin yang lumayan keras membuat sebagian besar dari kami memilih menghabiskan waktu dengan mencoba tidur lagi di dalam fery yang sumuk puol! Saya memilih untuk tidur di dek, meski angin dan dingin sangat mengganggu. Terima kasih Ibu Nike - kopinya.

Kesan pertama yang hinggap di otak saya tentang Lombok adalah kotor. Kalo dibandingkan dengan kota-kota lain di luar Jawa, kota-kota di Lombok terlihat kumuh. Pada 1999 saya pergi ke Samarinda dan Balikpapan yang kalo di bandingkan dengan Mataram yang sekarang mungkin sepadan besarnya. Dan, ya itu tadi, kotor. Saya jadi heran, kota sebegini kecil, yang kalau di Jawa cuman kota kabupaten, kog kotor sekali. Sungai-sungai kecil di tengah kota pada banjir sampah dengan air yang mungkin hanya datang dari rumah-rumah penduduk. Keadaan di pedesaannya lebih baik dan relatif bersih.

Menurut guide yang memandu kami, penduduk Lombok memang agak sulit kalau urusan rumah dan penataannya, tetapi sangat antusias untuk urusan membangun masjid. Jadi jangan heran kalau anda melihat rumah-rumah penduduk yang kumuh mengelilingi bangunan masjid yang megah dan besar.

Setelah dua hari penuh kami mengunjungi tempat-tempat wisata di Lombok, pada Rabu petang kami bertolak ke Bali. Meleset dari perkiraan kami semula. Ini memakan waktu hampir 6 jam perjalanan. Kami langsung mengantri kunci kamar hotel. Seharian tidak mandi membuat kami jadi tidak mood untuk bicara. Jadi agak lucu, karena setiap pertanyaan hanya dijawab dengan angguka atau gelengan kepala.

Kamis pagi kami mulai menyusuri Bali. Saya tulis menyusuri karena memang waktu yang terpakai di jalan lebih panjang dibanding waktu yang kami habiskan di tempat-tempat tujuan kami itu. hehe....
Satu hal yang pada kunjungan saya sebelumnya tidak sempat saya amati adalah petak-petak
sawahnya. Jika saya bandingkan dengan petak-petak sawah di Jawa, petak-petak sawah di Bali cenderung mempunyai ukuran yang lebih kecil. Petani sawah di Jawa cenderung membuat petak sawah yang luas untuk menghemat lahan dengan memperkecil jumlah dan luas pematang. Sementara di Bali ini saya lihat banyak sekali petak yang hanya berukuran 1 kali setengah meter. Dan rata-rata subur. Saya tidak tahu latar belakangnya.

Hari ini saya bertanya pada 6 orang teman peserta tour itu. Pertanyaan saya adalah lebih memilih mana kalau di ajak dolan lagi, ke Bali atau Lombok? 3 orang memilih Bali, dengan alasan yang kalau saya simpulkan kurang lebih sama, yaitu:
1. Bali lebih bersih.
Tuh kan!!! ya maaf kalau saya bilang Lombok kotor.
2. Bali punya lebih banyak pilihan tempat wisata.
Sebenarnya saya kurang setuju dengan pendapat ini, Lombok juga punya banyak pilihan, cuman kotor, hehe.
3. Tidak terlalu banyak terganggu dengan pedagang asongan.
Ini saya setuju sekali. Pedagang asongan di Lombok tidak mengenakkan sekali kalau jualan. Cara-cara memelas seperti orang mengemis masih di pakai. Haduh....!

Tiga orang teman yang lain lebih memilih Lombok, alasan mereka begini:
1. Lombok lebih alami.
Menurut saya lebih alami berarti lebih ndeso, lebih asli, lebih tidak tertata, lebih kotor.
2. Lebih banyak yang bisa dikembangkan.
Lombok menyimpan banyak potensi sebenarnya. Keasli-ndeso-semrawut-kotor-annya memang bisa jadi sesuatu yang tidak nyaman di lihat, tapi juga sejujurnya saya lebih suka tempat yang seperti itu, minus asongannya loh!

Saya tidak tahu apakah teman-teman yang -katanya- lebih memilih Lombok itu didasari oleh preferensi mereka yang sebenarnya atau karena semangat membela yang marginal lemah terpinggirkan itu. Besok saya akan tanya lagi.

Bagaimana? Ada yang punya pendapat lain? Pilih mana? Bali atau Lombok?

NAMA ANDA - 05.34
Flag Counter